Stres Pasca Melahirkan Itu Nyata!

Stress pasca melahirkan ato bahasa kerennya postpartum depression itu underrated menurut saya. Tidak banyak ibu yang mau mengakuinya apalagi membicarakannya. Seolah itu tabu ato bahkan aib.

Tak kandiani mbok.. jangan malu membicarakan itu. Uripmu luwih berharga mbangane omongane wong liyo!

Saya salah satu yang ga membicarakan itu, baru setelah anak saya agak besar saya bicara sama mas bojo. Saya menyesali itu, kenapa baru sekarang bicara jujur dan terbuka. Maybe I could get help that time.

Perubahan rutinitas setelah punya bayek adalah salah satu sebabnya, kalau saya ditambah komplikasi setelah perut dibelek, diedhel-edhel, yang bikin ga bisa jalan tegak sambil hiyung-hiyung selama 3 minggu.

Apa to dampaknya postpartum depression ini? Emosi! Saya ga bahagia. Saya menjalani peran ibu dengan kesakitan, kemarahan, kejengkelan. Lalu siapa yang jadi korban? Ya saya..dan tentu si bayek.

Kesabaran saya sangat pendek ketika itu, ketika bayek menangis saya cuma ambil napas dalam-dalam, berharap itu berhasil. Beberapa kali sih sukses. Tapi satu dua kali gagal total. Beberapa kali si bayek kubentak, bahkan hampir kulempar. Bukan ke lantai tentunya. Untung otak saya masih bisa saya kendalikan. Kalau tidak bisa jadi saya yang mati atau si bayik.

Setelah perut pulih, perlahan emosi saya makin bisa saya kendalikan. Masalah nyusoni yang saya tuliskan di postingan sebelumnya, jadi hal yang nggondeli pulihnya emosi saya. Untungnya 2 bulan kemudian saya balik ke kantor, kerja. Itu adalah pengalihan emosi yang kala itu positif untuk saya.

Jadi, kalau ada temenmu nglairin jangan cuma ngudang anak e. Coba tanya temenmu..bagaimana kabarnya, apakah dia baik-baik saja, apakah dia bahagia.  Please, itu penting. Menjaga kewarasan itu susah!

-EB-


Komentar

Postingan Populer