Aku Gak Bisa Jadi Ibu Rumah Tangga

Satu hal yang gak pernah aku bisa mengerti dari diriku, gak pernah merasa nyaman terlalu lama dirumah dan mengerjakan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Damn, ibu macaam aku. banyak penyesalan yang aku pikirkan soal ini. kenapa gak bisa lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah, happy bersama anak-anak dalam waktu yang lama.

selama aku bekerja ini tidak pernah aku mengambil cuti dalam waktu yang lama. Why? karena aku enggak suka.

pernah habis melahirkan, aku hanya ambil cuti setelah anakku 40 hari aja (waktu itu belum ada aturan cuti sebelum dan sesudah melahirkan). sampai pecah ketuban, baru deh ke RS dan habis 40 hari langsung masuk kerja.

aku bahagia melihat pekerjaan dan bahagia bertemu dengan banyak orang. aku bahagia ketika aku tahu setiap aku memperoleh rejeki, aku bisa belikan anakku apa yang dia suka, aku bahagia ketika aku sebagai perempuan bisa menggunakan penghasilanku untuk mempersiapkan masa depan anakku.

bagaimana dengan suami?
suami sangat pengertian bahwa istrinya suka bekerja. kadang kalau ada hari libur yang terlalu lama, dia selalu komen "kalau kamu udah bawel minta aku selalu cepet ada dirumah, tandanya kamu udah bosen dirumah dan minta segera bisa kerja"
yaa....
entah apa plakat attau cap yang menempel padaku setelah tulisan ini aku publish.
mungkin "ibu yang egois", "ibu yang semaunya sendiri" atau apalah.

bagiku, seorang ibu tidak harus hanya memikirkan kebahagiannya sendiri, tapi apa yang bisa membuatnya bahagia dia berhak untuk itu.
sehingga salut bagiku ketika ada teman yang mendedikasikan dirinya untuk 100% menjadi ibu rumah tangga. bagiku mereka ini menciptakan bahagianya dengan mendampingi 100% keluarganya.

semua wanita dan semua ibu berhak memilih apa yang mereka mau. yakinlah bahwa mereka yang nyinyir diluar sana belum mengerti bahwa wanita lain memiliki apa yang menjadi kebahagiaannya.

Komentar

Postingan Populer