Covid-19 Catatan Maret 2020
aku menulis ini supaya ada catatan dalam lembar hidupku tentang virus ini. Virus yang merubah segalanya. Pola Kerja, pola asuh, roda perekonomian, pola hidup sampai cara beribadah.
Aku akan bahas satu2. dan ini truly dari kehidupanku. kalau beda dengan kalian ya gak papa, tapi kalo sama juga gak papa. kalian tau lah aku gak suka pencitraan.
1. Pola Kerja
karena ini virus menular lewat sentuhan, maka sebagian besar orang bekerja disuruh dari rumah. enak? enggak lah, macem manusia kaya saya ini yang tiap harinya menclok sana-sini buat memperlebar jejaring, ini berat dilan. aku aja gak sanggup. aku gak bisa bercengkrama dengan klien. sebatas email dan WA. damn saya disuruh ndekem sambil liat laptop. dan yang kerjaannya kaya saya ini, bukan sales yang jualan hari ini laku hari ini. proses marketing bukan sehari dua hari. jadi target bulan depan itu udah dipikir bulan ini. ini virus belum tau kelar kapan, jadi kepikiran bulan depan akan begini lagi.....die karir saya.
2. Pola Asuh
Nah ini, berkat si covid ini, tiap malem saya kembali ke bangku SD lagi becozz anak-anak belajar dirumah. Iyah, gurunya kasih pembelajaran, trus dikasih PR. Nah, tanpa video tutorial, then.... saya yang main guru-guruan. Biasanya cukup serahkan pada guru lesnya, sekarang saya yang kudu menelan sabar, menelan mentah-mentah materi anak 4 SD. 4 SD dulu dan sekarang beda. ini perlu tenaga yang extra, iya mental dan spiritual. bersyukur karena jadi punya kesempatan buat tambah deket sama anak dan tau betapa beratnya dia belajar. ketauan banget yah kalo selama ini ngomelin mulu.
3. Roda Perekonomian
ini yang sangat bikin sedih, yah baru kali ini ngalamin sendiri "rikuh" bekerja. Kenapa kok rikuh? disaaat semua klien lagi susah karena omset turun drastis, trus sy nanyain "pak apakah ada kebutuhan untuk bikin video atau kampanye tentang covid" cuman dijawab "pake HP aja mbak, duit saya buat gaji pegawai" finished. kantor saya yang lainpun menjerit karena hotelnya diminta tutup oleh pemda, padahal maret ini kami full booked. bahkan april sudah separuh penuh. roda perekonomian tidak berputar namun stuck. semua freezed dan entah sampai kapan. berapa banyak yang unpaid leave, karena perusahaan usahanya tutup sementara dan karyawannya buruh harian. sedangkan cicilan masih berjalan. oh God,,,,,, dimanakah Engkau.
4. Pola Hidup
Yang biasanya jarang mandi jadi sering mandi, habis beli mie di sebrang rumah, masuk rumah langsung mandi, cucian tambah banyak eymm. yang kalo makan jarang cuci tangan, sekarang, habis kena ujung duit aja langsung cuci tangan. yang gak pernah bawa tisu dan handsanitizer sekarang tasnya isinya itu. yang gak pernah masak, jadi rajin masak, karena penularan virus lewat sentuhan. kita kalo beli makanan lewat ojol kan gak tau itu makan kepegang siapa aja. kalo uwe emang masak mulu, makanya kuku tangan gak pernah indah, bocel2 mulu.
5. Pola beribadah
kata eyang saya " 86th hidup, ke gereja kok lewat TV, gak pernah, ora carane" pun untuk sodara-sodara yang muslim dan agama lainnya tidak berkumpul dahulu. saya bayangin besok paskah tidak ke gereja, kayaknya kok nangis ya. apalagi temen-temen yang merayakan lebaran. mudik gak boleh, berkumpul gak boleh, kalau ada yang nekad, diprediksi akan menjadi puncak dari pendemi di Indonesia.
sad....
tapi ada yang bilang, manusia itu justru virus buat alam, covid 19 ini adalah imunisasinya. why? karena saat ini alam sedang beristirahat, diam. kendaraan bermotor berkurang, sungai bersih, laut bersih karena tidak ada pengunjung. Mungkin kita perlu memberi waktu pada alam dan pada diri sendiri bahwa tidak semua soal duit, tidak semua soal kemewahan.
25 Maret 2020
Aku akan bahas satu2. dan ini truly dari kehidupanku. kalau beda dengan kalian ya gak papa, tapi kalo sama juga gak papa. kalian tau lah aku gak suka pencitraan.
1. Pola Kerja
karena ini virus menular lewat sentuhan, maka sebagian besar orang bekerja disuruh dari rumah. enak? enggak lah, macem manusia kaya saya ini yang tiap harinya menclok sana-sini buat memperlebar jejaring, ini berat dilan. aku aja gak sanggup. aku gak bisa bercengkrama dengan klien. sebatas email dan WA. damn saya disuruh ndekem sambil liat laptop. dan yang kerjaannya kaya saya ini, bukan sales yang jualan hari ini laku hari ini. proses marketing bukan sehari dua hari. jadi target bulan depan itu udah dipikir bulan ini. ini virus belum tau kelar kapan, jadi kepikiran bulan depan akan begini lagi.....die karir saya.
2. Pola Asuh
Nah ini, berkat si covid ini, tiap malem saya kembali ke bangku SD lagi becozz anak-anak belajar dirumah. Iyah, gurunya kasih pembelajaran, trus dikasih PR. Nah, tanpa video tutorial, then.... saya yang main guru-guruan. Biasanya cukup serahkan pada guru lesnya, sekarang saya yang kudu menelan sabar, menelan mentah-mentah materi anak 4 SD. 4 SD dulu dan sekarang beda. ini perlu tenaga yang extra, iya mental dan spiritual. bersyukur karena jadi punya kesempatan buat tambah deket sama anak dan tau betapa beratnya dia belajar. ketauan banget yah kalo selama ini ngomelin mulu.
3. Roda Perekonomian
ini yang sangat bikin sedih, yah baru kali ini ngalamin sendiri "rikuh" bekerja. Kenapa kok rikuh? disaaat semua klien lagi susah karena omset turun drastis, trus sy nanyain "pak apakah ada kebutuhan untuk bikin video atau kampanye tentang covid" cuman dijawab "pake HP aja mbak, duit saya buat gaji pegawai" finished. kantor saya yang lainpun menjerit karena hotelnya diminta tutup oleh pemda, padahal maret ini kami full booked. bahkan april sudah separuh penuh. roda perekonomian tidak berputar namun stuck. semua freezed dan entah sampai kapan. berapa banyak yang unpaid leave, karena perusahaan usahanya tutup sementara dan karyawannya buruh harian. sedangkan cicilan masih berjalan. oh God,,,,,, dimanakah Engkau.
4. Pola Hidup
Yang biasanya jarang mandi jadi sering mandi, habis beli mie di sebrang rumah, masuk rumah langsung mandi, cucian tambah banyak eymm. yang kalo makan jarang cuci tangan, sekarang, habis kena ujung duit aja langsung cuci tangan. yang gak pernah bawa tisu dan handsanitizer sekarang tasnya isinya itu. yang gak pernah masak, jadi rajin masak, karena penularan virus lewat sentuhan. kita kalo beli makanan lewat ojol kan gak tau itu makan kepegang siapa aja. kalo uwe emang masak mulu, makanya kuku tangan gak pernah indah, bocel2 mulu.
5. Pola beribadah
kata eyang saya " 86th hidup, ke gereja kok lewat TV, gak pernah, ora carane" pun untuk sodara-sodara yang muslim dan agama lainnya tidak berkumpul dahulu. saya bayangin besok paskah tidak ke gereja, kayaknya kok nangis ya. apalagi temen-temen yang merayakan lebaran. mudik gak boleh, berkumpul gak boleh, kalau ada yang nekad, diprediksi akan menjadi puncak dari pendemi di Indonesia.
sad....
tapi ada yang bilang, manusia itu justru virus buat alam, covid 19 ini adalah imunisasinya. why? karena saat ini alam sedang beristirahat, diam. kendaraan bermotor berkurang, sungai bersih, laut bersih karena tidak ada pengunjung. Mungkin kita perlu memberi waktu pada alam dan pada diri sendiri bahwa tidak semua soal duit, tidak semua soal kemewahan.
25 Maret 2020
Komentar
Posting Komentar