Pejuang Kanker Itu Ibuku

Dia yang selalu kuatir sama anaknya, Dia yang meratapiku ketika aku mau berangkat liburan sendiri "Gak usah pergi dek, mama ganti aja duitnya buat kamu main dsini". liburan yang aku rencanakan ke kota madiun seorang diri saat masih duduk dibangku SMP. padahal yang aku kunjungi adalah kakaknya mama bukan orang lain. dia yang memintaku untuk gak KKL di ibu kota Jakarta dan bilang "yang deket aja dek, di solo aja apa jogja, nanti mama kasih sangu lebih." sebagai wanita yang medeklarasikan sebagai wanita matre, tentu saja aku menyanggupinya.
dia yang paling terisak ketika aku menikah di altar, dia yang selalu ada di garda depan ketika aku tersungkur jatuh karena urusan rumah tangga. dia yang sampai akhir hayatnya selalu bilang "ayo dek, mama pengen lihat kamu pakai toga lagi, mama gak papa di kursi roda, kamu gak malu kan."

hati anak mana yang tidak rontok dengan kalimatnya.
hati anak mana yang tidak ingin menjerit pada kampus, ayo permudah aku lulus.

dia adalah ibuku, mamaku, yang didiagnosa cancer paru stadium akhir pada 2016. dengan semangatnya kemoterapi, semangatnya yang entah dia dapat dari mana akupun tak tahu. ditahun 2017 dia didagnosa paru-parunya sudah bersih. di tahun itulah aku menitipkan anakku berumur 4 bulan karena aku pindah kerja dan harus bekerja sementara waktu di Jakarta. dia yang menelpon dan berkata "udah gak usah nangis, kiya baik-baik aja. mama juga sehat, pikir aja dulu kerjaanmu gak usah mikir rumah nanti ASI mu seret lho." aku menelpon sepulang kerja, disaat merasa sangat kangen pada bayiku dan ingin segera pulang karena kasian sama mama juga.

2018 mama berpulang tanpa aku sempat menciumnya. dia berpulang dengan sangat kecewa terhadapku yang belum menjadi PNS, dia berpulang dengan kecewa karena aku belum wisuda juga, dia berpulang karena aku belum mejadi siapa-siapa.
usus buntu sialan yang membuat aku bergerak sangat lambat, harusnya aku bisa segera kerumah sakit waktu itu.

cancer itu membunuh ibuku, ibuku melawan tapi cancer itu ternyata lebih kuat darinya.
hai mama, sudah bahagiakan kamu melihatku sekarang?

Komentar

Postingan Populer