Aku Bercerai
perpisahan itu ga ada yang enak ya guys,
yapss 12th bersama pada akhirnya saya menyerah, berdosa dan kotor.
itu yang saya rasakan. saya berdosa pada Tuhan yang disembah dan dimuliakan diagama saya, saya menyerah dengan keadaan dan saya memutuskan untuk memiliki hidup yang baru. kita bahas satu-satu ya. daripada saya bingung juga.
Agama....
saya berjanji dihadapan pemuka agama dan gereja untuk saling menerima dan suka dan duka dalam untung dan malam, berjanji kepada Tuhan. 12th saya memegang janji ini, saya gak tahu kemarin waktu saya novena apakah Tuhan menjawab, "nduk tetap bertahan ya" atau "nduk lepaskan". yang jelas saya memilih jalan "nduk lepaskan". keyakinan saya adalah pernikahan itu saling, bukan kamu atau aku. sehingga saya bulat untuk melepaskan dan memulai hidup yang lain. kamu dosa donk melanggar janji sama Tuhan? iya saya dosa, tapi apakah Tuhanku maha pemaaf? ya pasti. apakah Tuhanku tidak memberikan kesempatan untuk memperbaiki hidup? Tuhanku pasti memberikan aku kesempatan membuat hidup lebih baik. brarti kamu tidak diterima donk di gereja? apakah orang bercerai itu dosanya lebih besar dari orang yang korupsi? apakah orang bercerai itu dosanya lebih besar dari seorang pembohong? keyakinanku adalah dosa itu yang menentukan Tuhan, aku, kamu berdosa, membawa salibnya masing-masing. aku masih berdiri ditempat yang sama, masih mencintai Tuhan yang sama dengan caraku.
Anak
betapa aku merasa terbebani sangat dalam, anak. 3 anak yang Tuhan titipkan padaku. bagaimana aku harus ngomong ke mreka, dengan cara apa. singkat cerita aku membahasakan perpisahanku menurut dengan usia masing-masing. anak nomer 1 langsung komen "brarti aku jadi anak broken home?" Deg... pertanyaan yang sama aku lontarkan sebelum aku bertemu anak-anak ke psikologku. aku jelaskan konsep broken home, artinya adalah keadaan rumah yang sudah tidak sehat, ayah dan ibu terlalu sering bertengkar, tidka ada saling percaya, tidak ada ikatan emotional didalamnya, dna yang terpenting adalah seorang ibu yang mengasuh anaknya apakah merasa bahagia? konsep ini yang aku ceritakan, bahwa tidak harus orangtua bercerai, namun ketika salah satu pihak orangtua ada yang tidak bahagia, itu adalah broken home. pada akhirnya aku yang menghadapi tangisan karena kangen bapaknya dan segala macam drama. ini adalah konsekuensi. kejadian ini membuat aku lebih tenang dan kalem untuk menghadapi anak-anak. aku yang meledak-ledak sudah tidak ada. aku bangga bahwa aku membuktikan aku bisa menjadi ibu yang lebih baik. aku menjalin komunikasi dengan anakku sebaik mungkin, aku bagi waktuku bekerja dan menjadi ibu rumah tangga dengan baik lagi, aku tidak sempurna, pasti masih kurang disana dan dsini, aku yakini bahwa semua adalah proses.
keluarga dan teman
keluarga menyerahkan keputusan padaku, karena memang yang mejalani adalah aku. sementara itu, teman-teman menjadi 2 kubu, hahahhaha macem artis gt punya netijen. ahhhh aku bisa membedakan mana yang real temen sama yang cuman kepo aja pada saat begini.
yah intinya semua ini ga mudah, harus dijalani, dan harus kuat buat punya planning masa depan. lets talk. i will open QnA.... (sok-sokan banget ada yang nanya njirrrr)
#divorce #singlemom #brokenhome
Komentar
Posting Komentar